Cerdas lah dalam memilih Staf – Kita semua tahu bahwa SDM (baca : staf) sangat penting bagi sebuah bisnis. Tanpa mereka, bisnis sulit berkembang. Anda bisa menjadi Superman tapi ketika mau scale up, Anda harus mempunyai Superteam. Lihat saja semua perusahaan sukses pasti mempunyai ribuan staf, tidak mungkin dijalankan foundernya saja.

Lalu bagaimana mengelola tim yang benar? Beberapa kebingungan yang pasti dihadapi UMKM adalah

  • Tidak tahu cara mengelola staf Milenial
  • Merekrut langsung banyak staf di awal sehingga pusing sendiri mengaturnya
  • Tidak tahu kapan merekrut staf baru
  • Punya banyak staf malah membuat pemilik semakin terbebani
  • Tidak tahu kapan memecat staf yang sering mengulangi kesalahan

5 Permasalahan SDM di atas paling sering di alami owner UMKM. Saya pun pernah mengalaminya sampai sekarang. Namun ketika perusahaan telah menjadi korporasi, hal-hal di atas akan berkurang. Dengan cara apa?

Banyak cara :

  • Adanya Divisi SDM yang pekerjaannya khusus mengatur staf
  • Telah menerapkan prosedur agar pekerjaan staf berjalan efektif
  • Menerapkan Key Perfomance Indicator (KPI) untuk mengevaluasi kinerja
  • Adanya sistem untuk memantau mobilitas, efisiensi dan pencapaian target
  • Telah menjalankan cara reward & punishment

Pengusaha UMKM tidak punya semua itu. Terlebih bagi pengusaha hijrah yang bermodal pas-pasan, mereka terpaksa menilai pegawai berkualitas rendah selama mau menerima gaji di bawah UMK.

Rekrut Staf Yang Bisa Menggaji Dirinya Sendiri

Kalau Anda tanya saya tips untuk staf pertama, saya akan menyarankan Anda rekrutlah staf penjualan atau Customer Service. Tidak harus berpendidikan tinggi, tapi yang mampu menggaji dirinya sendiri.

Maksudnya bagaimana?

staf itu harus bisa mendapatkan uang untuk perusahaan minimal senilai gajinya di bulan pertama. Ini adalah keharusan yang mutlak. Logikanya sederhana, kalau staf tidak bisa menghasilkan uang dengan cepat, berarti dia bukan orang yang tepat. Betul bukan?

Anda tidak punya banyak waktu untuk mendidik staf. Budget Anda terbatas, tidak mungkin menunggu staf berubah setelah 3 bulan. Bisa habis modal Anda hanya untuk membayar orang yang tidak tepat. Dengan memberikan target 1 bulan, staf itu akan memotivasi dirinya sendiri. Staf tersebut, mau tidak mau, akan mengubah pribadinya menjadi karakter yang diinginkan perusahaan.

Logikanya adalah perusahaan sudah berinvestasi pada dirinya dengan memberikan pelatihan di minggu ke 1, jadi wajar jika perusahaan berharap staf baru cepat mendapatkan uang untuk perusahaan. Staf penjualan harus menjadi revenue center bukan cost center. Kehadiran mereka untuk mengubah perusahaan lebih baik, bukan malah memperburuknya.

Hire Slow, Fire Fast

Berdasarkan statistik, hanya 20% staf yang bersemangat untuk menunjukkan prestasi mereka. 80% lainnya hanya sekedar mencari gaji untuk menyambung hidup. Kelompok terakhir ini tidak perduli perusahaan mereka untung atau rugi, yang penting gajian terus. Dan owner biasanya tidak berani memecat staf yang tidak pernah mencapai target karena merasa staf baru perlu diberi kesempatan terus-menerus.

Wah, kalau begitu terus bisa cepat bangkrut dong perusahaan yang baru dirintis?

Ingatlah prinsip ini : rekrutlah dengan proses lama, tapi pecatlah dengan cepat. Saya pernah melakukan banyak kesalahan rekrutmen yang semoga Anda tidak sedang melakukannya. Jika Anda baru merekrut orang-orang di bawah ini, bersiap-siaplah. Bisa jadi mereka cuma bertahan antara 1 hari – 6 bulan.

  • Merekrut karena penampilannya yang menari, IPKnya tertinggi, dan banyaknya pengalaman organisasi
  • Tidak melakukan psikotes
  • Mempekerjakan di hari yang sama

Untuk UMKM mendapat sosok ideal staf, Anda perlu menerapkan tes berlapis sebagai berikut

  • Wawancara 1
  • Tes Kraeplin dan psikologi
  • Tes kecocokan (temubakat.com)
  • Wawancara 2
  • Penandatanganan akad

Lalu kapankah sebaiknya pengusaha memecat stafnya?

  • Terlalu lambat mengeksekusi tugasnya
  • Tidak mengerjakan instruksi atasan lebih dari 3X
  • Tidak mencapai target walaupun mudah dicapai
  • Ketika memergoki mereka mengumpat Anda di belakang Anda
  • Terlalu sering mengeluh begitu mendapat beban pekerjaan sedikit berat
  • Tidak mau bekerjasama tim dengan baik walau telah Anda ingatkan berkali-kali
  • Sering salah dan mengakibatkan kerugian berkali-kali

“Satu hal yang paling mendasar dari kegagalan sebuah bisnis adalah ketidakmampuan pemiliknya untuk memecat secepatnya karyawan yang tidak potensial bagi perusahaan tersebut.” – Brian Tracy.

Menemukan Tim Tepat Is A Never Ending Story.

Pengusaha membutuhkan staf yang tak hanya setia tapi juga mau berkorban mengembangkan bisnis Anda. Berkorban dengan cara :

  • Bekerja di luar jam kerja tanpa uang lembur (tentu setelah ada kesepakatan)
  • Mau belajar di akhir pekan walau tidak disuruh atasannya
  • Menerima tugas apapun yang tidak berhubungan dengan job desc di awal

Saya sangat menyarankan Anda membuat nilai inti untuk usaha Anda yang masih kecil (di bawah 30 orang) atau baru berjalan 3 tahun. Membuat nilai inti gampang-gampang susah, namun jika Anda menemui kesulitan, Anda bisa menerapkan nilai inti dari Sociolla kepada tim Anda :

  1. Jadilah Cepat

– Cepat belajar

– Cepat buat keputusan

– Berani coba cara baru untuk hasil lebih cepat

  1. Jadilah Gesit

– Melakukan lebih banyak tugas dalam 8 jam

– Bisa multitasking ketika menunggu tugas lain

– Perbanyak eksekusi daripada kesempurnaan

  1. Terus Perbaiki

– Berani salah, berani mencoba, banyak latihan untuk hasil sempurna

– Cepat tidak cukup kalau kualitasnya rendah, yang benar cepat dan kualitasnya standar

– Terus evaluasi hasil untuk membuat tugas lebih efektif

  1. Jadilah Pemilik Perusahaan

– Staf yang berperilaku layaknya owner akan membuat perusahaan lebih baik

– Layani konsumen dengan hati, karena merekalah perusahaan eksis

– Waktu kosong 1 menit itu lama, bekerjalah maksimal sampai menit terakhir

  1. Jadilah Positif

– Sambut setiap tugas baru dengan semangat PASTI BISA

– Masalah ada untuk menaikkan level diri kita, berpikir positiflah !

– Teamwork + komunikasi, kunci selesaikan tugas berat

Di akhir hari, ingatlah ini : orang datang dan pergi. Staf akan resign suatu saat karena menemukan gaji lebih baik di perusahaan lain, menikah, berbisnis atau bahkan meninggal. Tidak ada yang abadi. Karena itu ketika bisnis Anda mulai membesar, buatlah sistem dan SOP. Secara bertahap saja, sesuai kemampuan Anda. Terus evaluasi proses yang kurang baik dan dokumentasikan praktek terbaik untuk dibagikan ke staf baru agar adaptasi lebih cepat.

Beranilah mencoba berbagai cara untuk mempertahankan staf terbaik Anda dengan memberi bonus lebih, insentif mendadak, gaji lebih tinggi. Ciptakanlah budaya yang mendorong setiap orang untuk berprestasi. Seorang pengusaha real estate dunia, Grant Cardone, bahkan memecat 10% dari timnya setiap tahun. Tujuannya untuk menyingkirkan staf yang underperformer sehingga hanya orang-orang yang ingin majulah yang tetap bertahan di perusahaannya.

cerdas cerdas

Selamat mencoba.

Yudha Adhyaksa

Founder www.HijrahAcademy.com